Mengurangi Potensi Kerugian Saat Membeli Rumah

Kasus Miring Membeli Rumah

Di sebuah kompleks perumahan baru, setelah satu tahun terbangun dan diserah-terimakan kepada pihak yang Membeli Rumah, terjadi kehebohan. Sertifikat ataupun fotocopy sertifikat rumah belum juga diterima. Pengembang berjanji untuk menyelesaikan dalam kurun waktu enam bulan, dan janji ternyata diingkari. Efek dari sertifikat yang belum jadi adalah, ada penghuni yang tidak dapat segera menjaminkan sertifikat itu untuk memperoleh modal usaha, padahal ia sudah membayar lunas.

Kasus yang lain, seorang Bapak terkejut saat membeli rumah dan mengetahui harga yang harus dibayarnya. Harga total rumah yang harus dibayar terpaut beberapa puluh juta dari harga di brosur. Ternyata banyak tambahan biaya yang belum dimasukkan seperti PPN (pajak pertambahan nilai), biaya balik nama, biaya pemecahan sertifikat, dan BPHTB (biaya pengalihan hak atas tanah dan bangunan). Bagi yang membeli dengan cara KPR (kredit kepemilikan rumah), harga tersebut belum termasuk biaya administrasi bank, provisi, dan appraisal.

READ  Beberapa Kemungkinan untuk Memiliki Rumah Gratis

Perhatikan Saat Membeli Rumah

Agar tidak membuat Anda mati rasa karena rugi ketika membeli rumah dari pengembang, berikut hal-hal yang penting untuk dipertimbangkan.

1. Lokasi

Periksa lokasi perumahan di Dinas Tata Kota agar sesuai dengan peruntukan rencana pengembangan kota. Pernah terjadi sebuah kompleks perumahan yang baru saja berdiri, harus dijual kembali seharga NJOP karena merupakan daerah yang akan dibangun jalan tol.

Pertimbangkan apakah lokasi calon rumah memiliki kemudahan akses jalan dan kendaraan umum ke tempat beraktivitas utama sehari-hari. Pertimbangkan juga fasilitas umum yang berada di sekitar seperti sekolah, rumah sakit, POM bensin, tempat ibadah, pasar dan lain-lain.

2. Status tanah

READ  Perencanaan Pembangunan Desain Rumah Satu Lantai

Periksa status tanah calon rumah ke BPN, apakah bebas sengketa? Sering terjadi satu lokasi tanah memiliki sertifikat ganda. Pengembang yang nakal seringkali tidak mempedulikan efek merugikan yang ditanggung pembeli di kemudian hari.

3. Rincian Harga Rumah

Tanyakan secara detail kepada pengembang, mencakup apa saja harga rumah yang ditawarkan. Harga rumah total mencakup biaya pembangunan rumah, BPHTB, pemecahan sertifikat, PPN, notaris, biaya balik nama. Anda harus mendapat kejelasan siapa yang akan membayar biaya tersebut dengan harga yang ditawarkan pengembang.

4. Spesifikasi Bangunan Rumah

Harus cermat mencocokkan spesifikasi bangunan riil dengan yang ditawarkan pada brosur. Hal ini untuk mencegah Anda mengeluarkan uang ekstra untuk mengganti beberapa komponen rumah akibat kualitas yang tidak memadai.

5. Pemecahan Sertifikat Rumah

Terdapat kemungkinan pengembang tidak memecah sertifikat induk. Untuk meminjam modal, beberapa Bank dapat menerima sertifikat induk sebagai kolateral (jaminan). Pastikan bahwa pengembang mengurus proses pemecahan sertifikat dengan mengecek proses di BPN.

READ  Ingin Mandiri? Cari Rumah Kontrakan!

6. Kredibilitas Pengembang

Cari tahu kredibilitas dari pengembang, karena akan menentukan kelancaran pembangunan rumah Anda.

7. Kualitas air

Air menjadi kebutuhan vital sehari-hari. Usahakan pada saat pembangunan rumah menggunakan air di kavling tanah Anda. Selain untuk menguras air, juga dapat diketahui secara dini kualitas kelayakan air untuk keperluan domestik.

8. Sistem Keamanan Lingkungan

Perhatikan jenis sistem keamanan lingkungan, dan akses terhadap lingkungan sekitar. Perhatikan pagar/ tembok kawasan apakah dapat diakses oleh selain penghuni.

Jadi, bagi Anda yang ingin mencari rumah baru, perhatikan tips-tips di atas, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Selamat berburu rumah!