Ingin Mandiri? Cari Rumah Kontrakan!

Pasangan muda yang baru menikah kerap dihadapkan pada kondisi unik. Setelah menikah akan tinggal di rumah orangtua istri/suami atau mencoba hidup mandiri? Tinggal di rumah orangtua atau mertua tentu memberikan beberapa keuntungan. Pertama, kita tidak akan dibebani masalah yang sifatnya administrasi bulanan, seperti bayar cicilan rumah, gaji pembantu, uang listrik, atau Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Gaji atau pemasukan yang kita terima, bisa dialokasikan pada belanja kebutuhan bulanan, tabungan atau investasi. Bagi Anda dan pasangan yang memiliki bayi atau anak yang masih kecil, keberadaan Anda di rumah orangtua istri/suami tentu memberi keuntungan lain. Jika Anda berdua statusnya adalah pekerja, tak perlu khawatir siapa yang akan merawat, menjaga bayi atau anak selama kalian bekerja; tentu nenek dan kakeknya.

READ  Fakta semen mortar Monas 138 ThinBed

Tapi, kondisi ini bagi sebagian pasangan bisa jadi merugikan. Hidup serumah dengan mertua pada beberapa kasus malah menimbulkan kontradiksi. Seperti hubungan yang tidak harmonis antara mertua dan menantu, mertua yang dominan, dan ketidaknyamanan yang timbul dari permasalahan komunikasi.

Di sisi lain, “nyaman” tinggal di rumah orangtua atau mertua membuat kita menjadi kurang mandiri. Padahal, tidak selamanya kita akan bernaung di bawah atap rumah orangtua/mertua. Ketika Anda memutuskan menikah, orangtua sebetulnya sudah ikhlas “melepas” Anda atau pasangan Anda.

Hidup mandiri menuntut kita untuk bisa mengatur segala sesuatu sesuai dengan kemampuan kita. Bagi mereka yang secara ekonomi sudah mapan dan siap, tentu tidak menjadi masalah untuk tinggal terpisah dari orangtua/mertua. Membeli rumah dengan uang sendiri sudah banyak dilakukan pasangan dengan taraf ekonomi macam ini. Kadang-kadang, orangtua/mertua yang malah ikut diboyong untuk tinggal bersama.

READ  Desain Interior Kamar Tidur Modern

Tapi, bagi mereka yang pendapatannya serba ngepas mungkin agak sulit melakukan ini. Jika keinginan untuk mandiri itu ada, tidak perlu khawatir. Jika kita belum siap untuk membeli atau kredit rumah, mencari rumah kontrakan adalah opsi paling memungkinkan bagi Anda. Tidak bisa beli, ngontrak pun jadi!

Untungnya rumah kontrakan

Mengontrak rumah memberi peluang kita untuk fleksibel. Dari segi lokasi misalnya, dimungkinkan untuk mencari rumah kontrakan yang dekat dengan tempat kerja anda atau pasangan anda. Coba bandingkan dengan membeli rumah, susah sekali mendapatkan rumah yang lokasi berdekatan dengan tempat kerja.

Harga rumah kontrakan pun bisa disesuaikan dengan kantong Anda. Ingin agak mewah tentu biaya kontrakan yang dikeluarkan pun besar dan sebaliknya jika rumah yang ditempati sederhana. Kita juga bisa memilih lamanya mengontrak, per enam bulan, satu tahun bahkan dua tahun.

READ  Inspirasi Kamar Hotel untuk Desain Kamar Tidur Utama

Kita tidak dipusingkan dalam urusan perbaikan rumah jika mengontrak, karena ini tanggung jawab sang pemilik rumah. Satu hal penting, mengontrak rumah memungkinkan kita belajar me-manage segala sesuatu. Mulai dari keuangan hingga hubungan kemasyarakatan. Selama ngontrak kita mempersiapkan diri, mencari informasi, mempersiapkan tabungan, hingga akhirnya percaya diri untuk memutuskan membeli rumah sendiri!